Header Ads Widget


 

Taqwa: Katalis Transformasi Peradaban Menuju Indonesia Emas 2045

Ket foto :
Tuan M Yoserizal Saragih
dan Sultan Padang Deli Tebing Tinggi Sultan T Nurdin Shah (Saragih)

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Taqwa: Katalis Transformasi Peradaban Menuju Indonesia Emas 2045

Oleh: Tuan M. Yoserizal Saragih (Wakil Dekan 3 FIS UIN Sumut)

Membangun Peradaban dengan Taqwa

Dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, pembangunan bangsa tidak cukup hanya bertumpu pada kemajuan ekonomi dan teknologi semata. Fondasi spiritual dan moral harus menjadi bagian integral dari strategi nasional. Konsep taqwa kesadaran penuh kepada Tuhan yang melahirkan integritas, keadilan, dan tanggung jawab merupakan katalis utama dalam membangun peradaban yang maju, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Allah SWT berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa."
(QS. Al-Hujurat: 13)

Taqwa bukan sekadar konsep teologis, tetapi juga menjadi prinsip dasar dalam tata kelola negara, kebijakan ekonomi, serta strategi pembangunan peradaban yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepemimpinan Berbasis Taqwa: Pilar Tata Kelola Negara

Kepemimpinan yang bertumpu pada nilai taqwa akan menghasilkan pemerintahan yang berintegritas, transparan, dan berpihak pada keadilan sosial. Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya."
(HR. Al-Bukhari No. 893, Muslim No. 1829)

Dalam konteks pembangunan Nasional, taqwa sebagai fondasi kepemimpinan berimplikasi pada:

- Pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.
- Penegakan hukum yang adil dan merata bagi seluruh rakyat.
- Kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat luas.

Ekonomi Berkeadilan: Menopang Kesejahteraan Bersama

Dalam aspek ekonomi, taqwa menjadi prinsip utama dalam mewujudkan keseimbangan dan keberlanjutan. Ekonomi berbasis taqwa tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataan dan keberkahan. Allah SWT berfirman:

وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ
"Tegakkanlah timbangan itu dengan keadilan dan janganlah kamu mengurangi neraca itu."
(QS. Ar-Rahman: 9)

Penerapan taqwa dalam sistem ekonomi dapat diwujudkan melalui:

- Transformasi ekonomi digital berbasis etika dan moral.
- Penguatan ekonomi syariah dan optimalisasi zakat produktif.
- Pemberdayaan UMKM dan ekonomi berbasis komunitas yang berkeadilan.

Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Berbasis Taqwa

Dalam menghadapi era Revolusi Industri 5.0, ilmu pengetahuan dan teknologi harus dikembangkan dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai luhur. Rasulullah SAW bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim."
(HR. Ibnu Majah No. 224, Al-Bayhaqi No. 1653)

Pendidikan berbasis taqwa harus mengarah pada:

- Integrasi kurikulum berbasis akhlak dan ilmu pengetahuan.
- Peningkatan kualitas SDM yang berdaya saing global.
- Penguatan Madrasah Taruna Santri sebagai model pendidikan karakter dan profesionalisme.

Taqwa dalam Asta Cita dan Visi Indonesia Emas 2045

Taqwa sebagai energi transformasi sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, yang meliputi:

1. Penguatan SDM unggul berbasis integritas dan profesionalisme.
2. Pembangunan ekonomi nasional yang adil dan berkelanjutan.
3. Tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan
4. Diplomasi internasional berbasis soft power peradaban.

Selain itu, visi RPJPN 2025-2045 juga menekankan:

- Reformasi birokrasi yang transparan dan profesional.
- Ekonomi berbasis keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.
- Penguatan ekosistem digital yang beretika dan bertanggung jawab.

Taqwa bukan hanya konsep spiritual, tetapi juga strategi pembangunan nasional yang mampu mengharmoniskan kemajuan ekonomi, kebijakan publik, dan nilai-nilai moralitas.

Indonesia Emas 2045 hanya bisa terwujud dengan keseimbangan antara kemajuan fisik dan kekuatan moral. Dengan menjadikan taqwa sebagai katalis utama, Indonesia dapat:

- Membangun kepemimpinan yang bersih dan berintegritas.
- Menciptakan sistem ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
- Menyiapkan generasi emas yang unggul dalam ilmu dan moralitas.

Menjadi pusat peradaban dunia yang berlandaskan keadilan dan kesejahteraan.
Sebagaimana firman Allah:
وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
"Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-A’raf: 128)

--Selamat Ramadhan 1446H--

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Posting Komentar

0 Komentar